Kamis, 20 Oktober 2022

Lima Belas

 

Queen mendengar banyak cibiran dari para tamu undangan untuk Fabian, bahkan beberapa teman sekolahnya yang mengidolakan Fabian dan menamai Fabian sebagai pria sempurna itu kini mencibir Fabian hanya karena Fabian memiliki satu kekurangan, yaitu tidak bisa bernyanyi dengan baik. Akhirnya Queen pun memutuskan untuk bernyanyi dengan suaranya, ia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju podium dengan masih bernyanyi melanjutkan nyanyian Fabian.  

Namun bila hari ini adalah yang terakhir

Namun ku tetap bahagia

Selalu ku syukuri

Begitulah adanya 

 

Namun bila kau ingin sendiri

Cepat-cepatlah sampaikan kepadaku

Agar ku tak berharap dan buat kau bersedih

Semua tamu undangan pun kini beralih menatap Queen. Namun, Queen tak mempedulikannya dan dia tetap bernyanyi hingga podium dan dia di beri sebuah microfon kemudian. Queen pun kini berada di podium tepat disamping Fabian dan mempersilakan lelaki itu melanjutnkan bait selanjutnya dari lagu itu. Fabian pun melakukannya dengan menggenggam tangan Queen, dia merasa sangat tenang dan damai kemudian. Baginya, ia tak peduli meski berjuta-juta orang membencinya, tidak menyukainya atau ilfeel terhadapnya setelah mengetahui bahwa ternyata dia tidaklah sempurna seperti yang ada dalam pikiran mereka, karena baginya yang terpenting adalah Queen. Queen tidak mempermasalahkan hal itu, dan Queen malah memberinya semangat itu sudah lebih dari cukup untuk Fabian. Lagu itupun kemudian berlanjut hingga selesai.

Reff :

Bila nanti saatnya tlah tiba

Ku ingin kau menjadi istriku

Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan

Berlarian kesana-kemari dan tertawa

 

Namun bila saat berpisah tlah tiba

Izinkan ku menjaga dirimu

Berdua menikmati pelukan di ujung waktu

Sudilah kau temani diriku

 

Namun bila kau ingin sendiri

Cepat-cepatlah sampaikan kepadaku

Agar ku tak berharap dan buat kau bersedih

 Back to Reff (***)

Sudihlah kau menjadi temanku

Sudihlah kau menjadi istriku

Setelah lagu itu berakhir, tepuk tangan Anastasya, Aqilla, Kenzo dan Reynand beserta kedua orang tua keduanya pun berkumandang diantara heningnya para tamu undangan. Dan kemudian para tamu undangan pun melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. 

*****

Beberapa hari setelah pesta ulangtahun Queen, akhirnya mereka pergi berlibur bersama mengingat hari libur sekolah masih ada. Mereka tidur di sebuah villa milik keluarga Queen yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. 

Hari mulai pagi ketika sinar matahari mengintip di balik jendela tempat tidur. Dan seolah kembali pada kejadian beberapa waktu lalu, Queen kembali terkejut karena mendapati lengan Fabian memeluk pinggangnya. 

"Ap...apa yang loe lakuin?" teriak Queen dengan suara menggelegar yang tentu saja membuat semua sahabatnya berlarian menuju kamar Queen dan Fabian.

"Ada apa....?" tanya Anastasya.

"Kamu ngapain Queen, bi.....?" tanya Aqilla kemudian. 

Dan kini ke empat sahabatnya pun menatap Fabian dengan tatapan membunuh. Aqilla, Kenzo, Reynand dan Anastasya pun menatap Fabian penuh dengan selidik.

Sementara Fabian hanya nyengir-nyengir doang menanggapi ke empat sahabatnya itu.

"Apaan sih kalian semua, gangguin aja. Pergi sono....," ucap Fabian.

Tapi ke empat sahabatnya itu enggan untuk pergi dan tetap berdiri di ambang pintu kamar Fabian. 

"Pergi kalian semua, gue mau ngomong sesuatu sama Queen..," tapi mereka tetap tak bergidik.

"Queen, loe suruh mereka pergi atau mereka tahu kejadian semalem ketika loe....," ucapan Fabian terhenti ketika Queen kembali mengingat kejadian tadi malam. Ia tak ingin teman-temannya tahu kelemahannya kecuali Fabian. Karena nya akhirnya ia menyetujui permintaan Fabian untuk menyuruh keempat sahabatnya itu untuk pergi.

"Anastasya, Aqilla, Reynand dan loe Kenzo, sebaiknya kalian pergi saja...," ucap Queen.

"Tap..tapi Queen....," ucap Anastasya.

"Ada sesuatu yang harus gue bicarain sama Fabian. Dan kalian tenang aja, gue nggak papa kok. Si curut satu ini gak bakal berani ngapa-ngapain gue. ..," ucap Queen.

"Ya sudahlah kalau begitu," ucap Aqilla. 

"Awas ya loe bro, kalau berani-berani ngapa-ngapain Queen sebelum kalian resmi menikah, gue gibeng loe...," ancam Reynand.

"Iya, loe juga jangan harap bisa selamat dari gue....," tambah Kenzo dengan nada ancaman yang sama.

Selepas kepergian mereka berempat akhirnya tinggallah Queen dan Kenzo berdua di dalam kamar.

"Ternyata loe sudah sadar kayaknya....," ucap Fabian mendekati Queen dan tentu saja membuat Queen bersemu merah. Ia melakukan hal yang sama lagi seperti waktu itu. Namun, ia tak berteriak kencang saat listrik padam semalam. Melainkan ia masuk ke kamar Fabian dan tidur memeluk lelaki itu untuk menghilangkan rasa takutnya. Fabian pun kini mendekati Queen.

"Ap...apa yang loe lakuin....," ucap Queen. 

Fabian hanya tersenyum melihat tingkah lucu Queen yang masih saja ketakutan padanya. Padahal ini bukan pertama kalinya bagi mereka untuk menjadi sedekat saat ini.

Cuup

"Morning kiss," ucap Fabian kemudian selepas mengecup bibir Queen. "Loe harus mulai terbiasa sayang, karena kita akan menikah sebentar lagi dan aku akan melakukannya setiap hari seperti ini selamanya denganmu...," ucap Fabian di telinga Queen yang tentu saja membuat Queen kembali bersemu merah. 

Fabian pun terkekeh melihat tingkah lucu Queen. Dia pun kemudian tertawa dengan lebar. Sementara Queen yang kini sadar bahwa Fabian tengah mempermainkannya pun akhirnya berteriak.

"Fabiaaaaaaaannnnnnnnnnnnnn....................,"

 

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Aera's Story Blogger Template by Ipietoon Blogger Template